Evolusi dan Masa Depan AI: Menembus Imajinasi Reki Kawahara dari Anime Sword Art Online ke Dunia Nyata! [Part 1]

Sadar atau Tidak! Realitas AI dunia saat ini pernah dituliskan dalam kerangka dan konsep yang rapi di Anime Sword Art Online karya Reki Kawahara. Lihat bagaimana imajinasi Reki Kawahara menembus dunia Fiksi ke realitas dunia saat ini!

 

Sword Art Online

source: https://share.google/qrj98sOG2ZNcIuGHV

Dari ChatGPT hingga Gemini ke SAO

Sadar atau tidak, kita semua telah memasuki era yang lebih tinggi dari era digitalisasi. Jika tahun-tahun kemarin kita sudah berteman dekat dengan banyak gawai elektronik yang membantu pekerjaan dan keseharian kita, hari ini kita sudah hidup di dalam dunia yang dikepung oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang biasa disingkat AI. AI bukan lagi sebuah teknologi masa depan yang fiktif, melainkan realitas yang langsung menyapa kita bahkan begitu kita membuka ponsel di pagi hari. AI telah hadir begitu dekat dengan kita.

Tengok saja bagaimana rutinitas harian kita sekarang mulai berubah. Sederhananya, jika kemarin kita mengandalkan Google atau YouTube untuk mencari jawaban atas rasa penasaran kita, hari ini teknologi AI sudah menjadi solusi yang lebih bisa diandalkan dalam banyak kebutuhan. Coba perhatikan! Bagaimana seorang mahasiswa menggunakan AI, dari yang paling simpel membantu memvalidasi draf esai hingga merangkum jurnal tebal ratusan halaman dapat mereka lakukan dengan bantuan ChatGPT atau Gemini. Hal ini sudah menjadi bagian dari cara belajar yang lumrah. Di dunia kerja apalagi! Para profesional kini mengandalkan teknologi AI untuk merapikan kode pemrograman yang rumit, memproduksi gambar & video, menyusun strategi bisnis, hingga menciptakan analisis yang komprehensif dalam hitungan detik. AI kini tidak lagi terisolasi di dalam lab komputer kuantum yang sulit dijangkau kalayak umum. AI sudah menetap di dalam saku celana semua orang, bahkan menjelma menjadi asisten pribadi yang sangat peka, instan, cepat dan yang paling penting low-maintenance.

Namun, jika kita mau melihat lebih jauh lagi, skala pemanfaatan AI dalam skala industri global pasti membuat kita tercengang. Level investasinya saja bahkan mencapai ratusan miliaran dolar. Di skala industri global AI lebih pesat perkembangannya, semua aktor tengah berada dalam arena perlombaan digital yang sengit. Di level negara, Amerika dan Tiongkok menjadi pemain dominan yang saling sikut demi memegang kendali atas ekosistem komputasi masa depan ini. Di level korporasi, perkembangan AI didominasi oleh tren pemanfaatan AI yang bersifat umum menuju AI yang super spesifik. Antrhopic adalah salah satu startup yang menjadi pelaku utama dengan model Claude-nya. AI ini mendesain sistem kecerdasan yang mampu mengelola infrastruktur keamanan data serta kepatuhan hukum yang ditujukan secara spesifik untuk bisnis skala raksasa.

Di balik gemerlap dan kemegahan AI dalam panggung komersial yang bergerak serba cepat, kita mungkin terlupakan oleh dapur-dapur tempat AI diolah dalam laboratorium sains penuh misteri yang tengah bergerak ke jalur yang lebih ekstrem lagi. Laboratorium besar seperti OpenAI dan Google DeeppMind contohnya, dikabarkan mulai mengubah haluan penelitian AI-nya yang hanya pintar menebak kata berdasarkan statistik matematika atau kita sebut model Top-Down AI mengarahkan risetnya dan berlomba untuk mengejar Artificial General Intelligence (AGI) melalui pengembagnan jaringan saraf berbasis neuromorfik.

Apa itu AGI? Secara sederhana dapat kita pahami bahwa ini adalah penelitian AI yang membawa para ilmuan mencoba untuk meniru struktur fisik sirkuit otak biologis manusia langsung ke dalam komponen komputer. Secara perlahan, coba bayangkan jika AI dapat memberikan analisis berdasarkan logikanya sendiri, bukan dari kumpulan data yang dielaborate menjadi sebuah jawaban. Demikianlah, target akhir dari penelitian AGI tersebut. Sangat menggiurkan sekaligus membuat bergidik. Bayangkan bagaimana manusia menciptakan mesin yang bisa bernalar sendiri secara adptif tanpa perlu terus-menerus disuapi data dari luar. Percaya atau tidak. Kita tengah berjalan lurus menuju sebuah era di mana AI akan terasa seperti entitas yang benar-benar “Hidup”.

Perkembangan AI saat ini benar-benar dapat membuat kita tanjup, atau sebaliknya, menimbulkan kekhawatiran yang belum bisa dibuktikan siapapun. Namun, percayalah ada hal lain yang bisa membuat kita lebih tanjup dari sekedar AI, yaitu Sword Art Online (SAO). Sebuah karya fiksi Reki Kawahara yang memberikan, menceritakan bahkan memaparkan konsep-konsep ekstrem AI yang dirumuskan secara sangat rapi dan telah ditulis lebih dari dua dekade lalu. Lebih menarik atau bahkan anehnya, perkembangan AI di dunia nyata saat ini seakan sejalan dengan karya fiksi SAO.

End of Part 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top